

Salah satu rukun haji dan umrah adalah melaksanakan Sa'i atau berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah. Sebagai rangkaian wajib, jemaah perlu mengetahui hikmah sa'i dalam haji dan umrah agar ibadah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Sa’i mengandung banyak hikmah dan sejarah didalamnya. Saat itu, Nabi Ibrahim atas perintah Allah meninggalkan istrinya Siti Hajar dan putranya di tengah gurun. Dalam kondisi tanpa perbekalan makanan dan air, Siti Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah berusaha memperoleh air untuk putranya.
Dengan sikap tawakkal, Siti Hajar terus berusaha untuk menemukan air. Sampai pada akhirnya atas izin Allah, air memancar diantara kedua kaki Ismail yang dihentak-hentakkan karena menangis kehausan.
Berikut hikmah yang dapat kita ambil dari Sai diantaranya:
Hikmah yang terdapat di dalam sejarah sa'i adalah keteladanan Siti Hajar. Kisahnya menunjukkan contoh nyata dari keteguhan hati, kesabaran, serta usaha yang tak mengenal lelah.
Istri Nabi Ibrahim itu juga menunjukkan sikap tawakkal atau berserah diri kepada Allah. Hal ini lain daripada pasrah tanpa usaha, beliau berikhtiar dengan sepenuh tenaga.
Allah juga memerintahkan kepada kita untuk bertawakkal kepada-Nya. Karena dengan bertawakkal, Allah akan mencukupkan apapun yang kita butuhkan. Seperti di dalam Q.S At-Thalaq ayat: 3…وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ
Artinya: “Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.”
Sa'i menjadi simbol perjuangan, sebab tak mudah berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Terlebih dengan orang yang memiliki keterbatasan fisik ataupun lanjut usia.
Namun dengan niat dan kerelaan akan perjuangan, jamaah tetap melaksanakan sa’i untuk menyempurnakan ibadah haji atau umrahnya.
Seluruh jamaah, tak mengenal suku bangsa, ras, dan juga kelas sosial, tetap harus melaksanakan sa'i dengan semestinya.
Semuanya sama, tak ada pengistimewaan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh manusia sama di mata Allah, yang membedakan hanya iman dan ketaqwaannya.
Sa'i menggambarkan perjalan hidup yang penuh dengan usaha, harapan, dan pencarian. Antara Shafa dan Marwah, Siti Hajar mencari ‘air’ yang diibaratkan dalam kehidupan sebagai rahmat, rezeki, atau jalan keluar dari setiap kesulitan.
Sa'i bukanlah sekadar berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah. Akan tetapi juga menyimpan hikmah yang begitu besar yang dapat kita refleksikan di kehidupan sehari, seperti: ikhtiar, tawakkal, dan perjuangan dalam hidup.
Related Post