

Masjid Nabawi merupakan masjid suci kedua bagi umat Islam yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 Masehi setelah hijrah ke Madinah, bersama para sahabat. Beribadah di dalamnya memiliki keutamaan yang besar. Berikut doa masuk Masjid Nabawi dan keistimewaannya.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam:
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Artinya: Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah).
Oleh Karena itu, jamaah haji harus menjaga fisik karena sangat dianjurkan menjaga shalat 5 waktu di Masjid Nabawi.
Masuk Masjid suci memiliki adab atau etika yang harus diperhatikan jamaah, salah satunya adalah dengan membaca doa sebelum memasuki Masjid.Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, dianjurkan membaca doa berikut ini
:بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. أَعُوذُ باللهِ العَظِيمِ وَوَجْهِ الكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ القَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, kepada wajah-Nya yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu.
Doa masuk Masjid Nabawi ini menggambarkan penghambaan dan ketundukan seorang hamba kepada Allah yang Maha Agung.
Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi sejak pertama beliau menginjakkan Kota Madinah, tepatnya di tempat unta tunggangan Nabi Muhammad SAW menghentikan perjalanannya.
Sebelumnya lokasi tersebut merupakan tempat penjemuran buah kurma milik dua anak yatim bersaudara yakni Sahl dan Suhail bin 'Amr yang kemudian dibeli oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah membangun dengan tangannya sendiri kemudian dibantu oleh para sahabat dan kaum muslimin lainnya.
Di sisi tembok, keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah. Sementara atap masjid terbuat dari daun kurma dan sebagian atapnya dibiarkan terbuka dengan tiang penopang yang terbuat dari batang pohon kurma.
Related Post